Jumat, 25 Mei 2018

Penyimpan Rasa


Aku dapat dengan mudahnya menciptakan karakter pria dicerita yang ku tulis. Dengan leluasa, aku menentukan jalan hidup mereka. Setiap pertemuan dan konflik yang terjadi pasti atas campur tangan dariku.

Yah benar, jika aku menjadi Tuhan dalam hidup mereka. Menyenangkan sekali rasanya dapat mengakhiri sebuah cerita dengan epilog yang bahagia.

Namun sebagai sutrada sekaligus Tuhan, jujur aku merasa sangat iri. Begitu manis dan penuh kebahagiaan.

Ketika hati ini pun turut mendambakan akhir yang manis, sungguh rasanya tak dapat dilukiskan.

Entah siapa, dimana dan kapan pertemuan itu terjadi yang jelas aku sangat menantikannya. Gadis yang tak memiliki kisah cinta manis ini juga percaya, mau dia siapa, kapan dan dimana sekalipun. Pastilah itu hal terbaik yang digariskan Tuhan dengan begitu tepat dan sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar